![]() |
| Pandji: orasi salut komedi |
Pandji Pragiwaksono: Orasi bersalut komedi, menggelitik namun membuat simpatik
Pemuda
yang lahir pada 18 Juni 1979 ini, mengawali karirnya ketika menjadi penyiar
radio Hard Rock FM Bandung. Disana, dia tidak cuma menjadi penyiar,
tetapi juga menjadi Program Director untuk beberapa program dalam radio
tersebut. Kemudian ditahun 2004, dia melanjutkan karirnya menjadi penyiar
program Good Morning Hardrockers Show di radio Hard Rock FM Jakarta, dan
sekarang dia mempunyai acara sendiri di radio tersebut yaitu, Provocative
Proactive.
Dia juga pernah membawakan acara “Kena
Deh” yang sangat popular pada masanya, di stasiun televisi ANTV. Selain
bekerja, Pandji pun mendirikan clothing REF Basketball, yang berpusat di
Bandung, berdasar kesukaannya pada dunia basket. Dia juga telah merilis 3 album
musik rapnya, yaitu Provocative Proactive (2008), You'll Never Know When
Someone Comes in and Press Play on Your Paused Life (2009), 3. Merdesa (2010).
Pandji juga merupakan seorang penulis buku, Nasional.Is.Me dan salah satu
bukunya yang fenomenal adalah “How I Sold 1000 CD’s In 30 Days” yang
menceritakan bagaimana seorang pandji bisa menjual kayanya yang berupa cakram
padat dalam waktu sebulan melalui program “free lunch method”, yaitu metode
pemasaran berbasis digital dan media social secara gratis. Yang artinya
konsumen boleh mengunduh secara
Cuma-Cuma. Kunci dari penjualan dengan cara itu adalah, merek dan komunitas,
disitu dia membangun reputasi “personal brand” dengan baik lewat blognya di www.pandji.com
maupun lewat twitter.
Reputasi
yang baik membuat komunitas percaya dan loyal kepadanya. Lalu menjadikan
komunitas menjadi alat menuju konsumen. Pandji sukses mempraktekkan teori
segitiga pemasaran, corporate-community-consumer. Selain itu juga, Pandji
memiliki kelas presenting yang dia bentuk, yaitu airborne yang mencetak orang –
orang yang mampu menyampaikan gagasan secara well informed, dan dapat diterima
dengan baik sesuai dengan gaya pendengar audiences di Indonesia. Saat ini Pandji aktif menjadi seorang Stand Up
Komedian dan dia bersama Raditya Dika adalah pencetus Stand Up Comedy di
Indonesia.
Dalam
kiprahnya di dunia stand up comedy, Pandji sangat terlihat menggunakan talk
skillnya, untuk menyampaikan bit – bit jokesnya yang saya nilai cerdas.
Berdasar memang dari dunia presenting, talk skill yang dimiliki Pandi, memiliki
daya persuasi yang mampu menggerakan massa dan membuat audiences “mengangguk
– angguk” setuju, terhadap buah pemikiran yang dia sampaikan. Dalam
jokesnya pun dapat diketahui, sifat kritis pandji dalam memberikan sebuah “keresahan”
yang dia alami mengenai –kebanyakan tentang permasalahan di Indonesia, namun
dikemas dan diinformasikan, dengan gaya yang dapat mengundang gelak tawa,
tetapi miris “begini ya bangsa saya”. Tertawa sambil berpikir. Satir.
Buah
– buah pemikiran yang dia sampaikan melalui talk skill dan presenting skillnya,
beberapa dapat dinikmati dalam karya tunggal stand upnya seperti, bhineka
tunggal tawa, yang didalamnya membahas mengenai perbedaan yang ada di Indonesia,
dari segi SARA, yang terkadang dihindari demi kedamaian yang “semu”,
namun dengan berani Pandji sajikan, dengan mengundang gelak tawa yang kritis.
Dalam karya presenting tunggalnya, yang berjudul Mesakke Bangsaku, Pandji
mencoba menilik berbagai permasalah pelik yang sebenarnya lekat dengan
kehidupan kita sehari – hari, namun luput dari pandangan kita karena seringkali
kita senantiasa “membenarkan kebiasaan” bukannya “membiasakan kebenaran”. Tentunya
dikemas dengan gaya presenting yang ringan dan mengundang gelak tawa.
Dia
pun menjadi salah satu tokoh yang sukses, menurut saya, karena telah menjalani
stand up world tour di beberapa kota besar di dunia, seperti New York, Sydney,
Singapura, dan juga negara lainnya, berbekal dengan keresahan yang dia amati
dan kemas dengan bahasa, gimmick yang menarik. Pandji juga aktif mengikuti
undangan stand up –manggung berbicara dalam event – event tertentu, yang membahas
mengenai isu – isu yang ada di negara kita. Tragedi G30S PKI, kasus Munir,
serta isu – isu HAM lainnya seringkali diwarnai orasi bersalut komedi yang
cerdas, menggelitik namun membuat simpatik.
Dari semua hal yang saya paparkan, terlihat
Pandji memiliki prestasi –non akademik yang gemilang. Ini tercermin dari
berbagai buah pikirnya yang tajam, namun tidak melukai. Namun, tak ada gading
yang tak retak, dalam beberapa hal, Orator dan Presenter satu ini menurut saya
memiliki bebrapa titik kelemahan. Misalnya saja dalam masalah personal
branding. Banyak dari kalangan masyarakat muda Indonesia, terutama generasi Y,
yang kerap kali bingung melihat kiprah Pandji dalam berbagai kancah, berbagai
medium. Pandji pernah mencicipi dunia presenting televisi, dunia anouncing
radio, dunia kepenulisan buku, dunia musik dengan keahliannya sebagai rapper,
dan juga terakhir, yang masih hangat adalah dunia presenting stand up comedy.
Fokus.
Tuju fokus dan titik perhatian seorang Pandji Pragiwaksono seakan terbelah –
belah ke banyak hal, sehingga insan ini kerap kali dianggap “kutu
loncat” dalam dunia entertainment di Indonesia, banyak hal yang ia
geluti sekaligus, terlihat belum terlalu matang, namun sudah mau meloncat
mencoba hal yang baru lagi seperti kutu loncat, walaupun badannya tidak bisa
dibilang cukup “langsing” dan “kecil” untuk seeekor kutu loncat.
Dari semua hal yang saya kemukakan tadi,
menurut saya Pandji Pragiwaksono memiliki kharisma tersendiri dalam bidang
presenting. Bukan hanya dari pembawaannya saja yang saya maksud –kalo itu sudah
pasti baguslah- namun lebih menitik beratkan kepada pola pikir dan cara
mengemasnya, sehingga kebanyakan masyarakat mau menerima. Karena Teknik
Presentasi memang berkutat di ranah bagaimana audiences dapat menerima gagasan
dan pemikiran kita, saya merasa benar melihat Pandji Pragiwakono sebagai role
model saya.
Kopi Kintamaninya Pahit
Ini samasekali gak terpikirkan dalam hidup gue. Kenapa akhir - akhir ini seperti gaada semangat, gairah, ataupun passion dalam ngejalanin kehidupan di kampus. Apa gue terlalu menolak apa yang dunia luar tawarkan dengan sistem pertahanan yang biasanya "senyum sambil menggeleng" "oh sori kayanya gue ga bisa" atau berbagai bentuk - bentuk penolakan lainnya?
Semalem, sahabat gue di kampus ngajak ke cafe untuk ngobrol dan share - share tentang kehidupan. Banyak yang gue pelajari dari dia.
Usia gue hampir menginjak 20 dan dalam hal apapun, passion ataupun skill yang gue miliki belum mendekati kata pro. Ini membuat gue kadang berpikir bahwa sebenernya yang gue cari dalam hidup yang bakalan panjang kedepan ini apaan?
Sahabat gue ini, yang baru kenal saat semester satu, di sebuah acara talkshow dan konseling dari kakak tingkat, rasanya memiliki start yang sama dengan gue saat pertama kali menginjakkan kaki di kampus, sampe kita bertemu dan ketawa bareng saat sesi game dimulai. Tapi, dua semester berlalu, dia menjadi pribadi yang lain. Pribadi yang berkembang karena menerima stimulus dari lingkungan luar dan bereaksi dengan baik.
Dia aktif di berbagai macam organisasi kampus di fakultasnya. Gaada acara yang dia gak tau. Setidaknya, kulit - kulitnya dikit mesti dia kenal. Nah, dengan start yang sama waktu yang sama, mengapa perubahan bisa begitu berbeda?
Satu pesan yang gue suka dan menjadi reminder bagi diri gue sendiri, ialah tentang konsep self conscius. Bahwa lo gak harus menjadi apa yang orang lain inginkan berdasarkan "katanya". Gak wajib mendengarkan apa yang orang lain hakimkan pada diri lo ini. Dan terakhir, gue disarankan untuk selalu menerima stimulus dari luar dengan baik. Apapun itu. Jangan dipikir tapi dijalani.
Finally thanks buat sahabat gue yang satu itu, dan kira - kira kapan lagi kita bisa diskusi self improve setelah melihat perubahan gue mulai dari sekarang?
Kardus Hidup
Pagi itu, aku sedang mengangkuti kardus-kardus yang ada di kontrakanku yang baru. Ya, kontrakan kecil dua kamar, yang kusewa beberapa hari yang lalu, untuk tempat berteduh di kota ini. Bau dari kardus selalu mengingatkanku dengan hal yang bersifat nostalgik, seperti membuka lembaran masa lalu.
"aaah, banyak banget barang lo pok!" gerutu Ajis, teman satu sekolahku dulu, yang notabene beruntung dapat diterima di universitas favorit di kota ini. "Udah kayak punya istrti aja, barang lo banyak beneeer" timpalnya lagi. Sambil senyum, aku menjawab "Ya setidakya punya calon istri, daripada elo nganggur mulu". Dia pun melengos ke dapur sambil nyengir kuda, gak tahu harus menjawab apa.
Sambil tersenyum, aku bergumam "beruntungnya gue punya temen kaya gitu"
Kardus-kardus itu bukan tanpa sebab harus berada di kontrakanku yang baru ini. Jauh-jauh dikirim via pos, dari kampung halamanku di Bukittinggi, Sumatera Barat, sampai ke kota ini. Kardus-kardus memang memiliki daya filosofi yang tinggi buatku. Hidup selalu berubah, berpindah, tak tentu arah. Mengadopsi sifat "kekardusan" inilah hal yang benar-benar membuatku berhasil sebagai mahasiswa baru.
"aaaah, gue inget nih kaos lu! yang dulu kita beli bareng pas cabut dari assalaam cuma buat nonton konser rock in solo kan?" sela Ajis tiba-tiba, sambil memegang gelas berisi air putih.
Ah iya, dia benar. Bahkan kardus bisa menyebarkan efek nostalgia pada yang lain. Ajis dan aku adalah teman sekamar, dulu saat pertama kali menginjakkan kaki di salah satu pondok ternama di daerah pabelan, Sukoharjo. Sempat terlintas dalam pikiran, bahwa orang tua sudah tidak sayang lagi padaku, dan akhirnya aku "dibuang" ke pondok pesantren.
Dan aku tidak sendirian dengan pemikiran itu. Banyak diantara santri baru merengek, bahkan menangis ditinggal orang tua saat hari pertama masuk ke dunia pesantren. Tak terkecuali teman satu kontrakanku ini, Ajis namanya.
Di malam saat orang tuaku akan pulang, Umi sempat berkata "bukannya enyak udah enggak sayang lagi poo, tapi ini untuk kebaikan dipo. Biar berubah, taat agamanya." Kata-kata inilah yang terus terngiang di telingaku selama enam tahun menimba ilmu di pesantren.
Banyak cobaan yang kuhadapi saat hidup sebagai santri, mulai dari bangun solat tahajud, dipaksa bangun sebelum adzan subuh, sampai makan, mandi pun ada antreannya. Tapi semua hal itu tidak kujalani sendiri. Ada ribuan santri bernasib sama sepertiku, dan Ajis, adalah teman untuk berbagi segala di kehidupan pondok.
Benar ramalan Umi enam tahun lalu tentang perubahan, tentang bagaimana menjalani kehidupan ini yang statis, selalu berubah. Setelah merasakan pahit manis hidup di pesantren, ini merupakan modal besar yang aku dapatkan.
Sambil tersenyum, kusikut temanku ini sambil berkata "ah, kan elo yang ngajakin, udah kepengen banget liat naviculla, band yang dari bali ntu kan? haha..."
"iya dah, terseraaah..."
Sambil kututup kardus, aku berterima kasih pada kardus yang telah mengajariku arti dari perubahan.
"aaah, banyak banget barang lo pok!" gerutu Ajis, teman satu sekolahku dulu, yang notabene beruntung dapat diterima di universitas favorit di kota ini. "Udah kayak punya istrti aja, barang lo banyak beneeer" timpalnya lagi. Sambil senyum, aku menjawab "Ya setidakya punya calon istri, daripada elo nganggur mulu". Dia pun melengos ke dapur sambil nyengir kuda, gak tahu harus menjawab apa.
Sambil tersenyum, aku bergumam "beruntungnya gue punya temen kaya gitu"
~
Kardus-kardus itu bukan tanpa sebab harus berada di kontrakanku yang baru ini. Jauh-jauh dikirim via pos, dari kampung halamanku di Bukittinggi, Sumatera Barat, sampai ke kota ini. Kardus-kardus memang memiliki daya filosofi yang tinggi buatku. Hidup selalu berubah, berpindah, tak tentu arah. Mengadopsi sifat "kekardusan" inilah hal yang benar-benar membuatku berhasil sebagai mahasiswa baru.
"aaaah, gue inget nih kaos lu! yang dulu kita beli bareng pas cabut dari assalaam cuma buat nonton konser rock in solo kan?" sela Ajis tiba-tiba, sambil memegang gelas berisi air putih.
Ah iya, dia benar. Bahkan kardus bisa menyebarkan efek nostalgia pada yang lain. Ajis dan aku adalah teman sekamar, dulu saat pertama kali menginjakkan kaki di salah satu pondok ternama di daerah pabelan, Sukoharjo. Sempat terlintas dalam pikiran, bahwa orang tua sudah tidak sayang lagi padaku, dan akhirnya aku "dibuang" ke pondok pesantren.
Dan aku tidak sendirian dengan pemikiran itu. Banyak diantara santri baru merengek, bahkan menangis ditinggal orang tua saat hari pertama masuk ke dunia pesantren. Tak terkecuali teman satu kontrakanku ini, Ajis namanya.
Di malam saat orang tuaku akan pulang, Umi sempat berkata "bukannya enyak udah enggak sayang lagi poo, tapi ini untuk kebaikan dipo. Biar berubah, taat agamanya." Kata-kata inilah yang terus terngiang di telingaku selama enam tahun menimba ilmu di pesantren.
Banyak cobaan yang kuhadapi saat hidup sebagai santri, mulai dari bangun solat tahajud, dipaksa bangun sebelum adzan subuh, sampai makan, mandi pun ada antreannya. Tapi semua hal itu tidak kujalani sendiri. Ada ribuan santri bernasib sama sepertiku, dan Ajis, adalah teman untuk berbagi segala di kehidupan pondok.
Benar ramalan Umi enam tahun lalu tentang perubahan, tentang bagaimana menjalani kehidupan ini yang statis, selalu berubah. Setelah merasakan pahit manis hidup di pesantren, ini merupakan modal besar yang aku dapatkan.
~
Sambil tersenyum, kusikut temanku ini sambil berkata "ah, kan elo yang ngajakin, udah kepengen banget liat naviculla, band yang dari bali ntu kan? haha..."
"iya dah, terseraaah..."
Sambil kututup kardus, aku berterima kasih pada kardus yang telah mengajariku arti dari perubahan.
Temen Baru Sependeritan Seperjuangan
| tersenyum tapi |
Diikat oleh nama Visioner, kita mulai hidup baru di ranah kampus!
Sang Pendamping: Kak Tanti Dewi Andriani
Florencia Devinta Bhika Septiawati
Erna Susmita
Savira Qurrata Aini
Atessa Hutami Putri
Siti Nurlita Sari
Mega Wandani
Fani Febriyanti
Fajar Yoga Prasetya
NUR AENI R
SUJALMO PUSPO NDARU
MARIA FRANSISKA L
DHIPO ALAM DHARMAWAN
SWASTI WIDYANINGRUM
EKA RATNA CAHYANI
RENGGINAT AJI H
MUHAMMAD RIFQI ZAKARIA
FACHRY AN
HEPI KASOGI
TATA TERTIB KEHIDUPAN MAHASISWA
TATA TERTIB KEHIDUPAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET
(SK REKTOR NOMOR: 828/H27/KM/2007)
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam kutipan yang dimaksud dengan:
1. Universitas adalah Universitas Sebelas Maret.
2. Rektor adalah Rektor Universitas.
3. Fakultas adalah fakultas-fakultas yang ada di Universitas Sebelas Maret.
4. Pimpinan Fakultas adalah Dekan dan Para Pembantu Dekan.
5. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar secara sah dan belajar pada salah satu Fakultas yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret.
6. Tata tertib mahasiswa adalah ketentuan yang mengatur tentang kehidupan mahasiswa yang dapat menciptakan suasana kondusif dan menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar secara terarah dan teratur.
7. Larangan adalah hal-hal yang tidak diperkenankan dikerjakan oleh mahasiswa mengenai hal-hal yang dapat mengganggu ketentraman baik di tingkat Jurusan, Program Studi, atau Bagian yang ada di universitas.
8. Pelanggaran adalah suatu tindakan yang bertentangan dengan ketentuan tata tertib ini.
9. Sanksi adalah tindakan yang perlu dikenakan kepada mahasiswa yang ternyata terbukti melakukan pelanggaran.
10. Komisi Disiplin adalah komisi memantau pelaksanaan tata tertib untu kemudian melaporkan dan memberikan masukan kepada Rektor atau Dekan.
11. Kampus Universitas Sebelas Maret adalah semua tempat dalam wilayah Universitas Sebelas Maret beserta seluruh fasilitas, sarana dan prasarana yang ada di dalamnya.
12. Minuman keras adalah segala jenis minuman yang mangandung alkohol seperti diatur dalam keputusan Menteri Kesehatan RI.
13. Narkotika adalah bahan yang diidentifikasikan sebagai narkotika dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika.
14. Psikotropika adalah bahan yang diidentifikasikan sebagai psikotropika dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.
15. Perjudian adalah permainan yang menggunakan alat bantu baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk digunakan sebagai media taruhan dengan uanag atau barang lainnya yang berharga.
16. Senjata adalah segala jenis alat yang membahayakan atau mematikan jika digunakan, seperti diatur dalam Undang-Undang.
17. Bahan peledak adalah bahan atau zat yang berbentuk padat, cair, gas, atau campurannya yang apabila dikenai atau terkena sesuatu aksi berupa panas, benturan, atau gesekan akan berubah secara kimiawi dalam waktu yang sangat singkat disertai efek panas dan tekanan tinggi, termasuk di dalamnya adalah bahan peledak yang digunakan untuk keperluan industri maupun militer.
18. Publikasi adalah pengumuman, penerbitan dan lain-lain.
19. Poster adalah plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan).
20. Spanduk adalah kain pentang berisi slogan/ propaganda atau berita yang perlu diketahui umum.
21. Umbul-umbul adalah bendera kecil beraneka warna yang dipasang memanjang ke atas, dipasang untuk memeriahkan suasana serta menarik perhatian.
BAB II
HAK DAN KEWAJIBAN
Pasal 2
(1) Mahasiswa mempunyai hak:
a. Menuntut menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk dan mengkaji ilmu, teknologi dan seni sesuai dengan norma dan susila yang berlaku dalam lingkungan masyarakat akademik;
b. Memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang akademik sesuai dengan minat/ bakat, kegemaran dan kemampuan;
c. Memanfaatkan fasilitas universitas dalam rangka kelancaran proses belajar;
d. Mendapat bimbingan dari dosen yang bertanggung jawab atas program studi yang diikuti dalam penyelesaian studinya;
e. Memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan program studi yang diikuti serta hasilnya;
f. Menyelesaikan studi lebih awal dari jadwal yang ditetapkan sesuai persyaratan yang berlaku;
g. Memperoleh layanan kesejahteraan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
h. Memanfaatkan sumber daya universitas melalui perwakilan-perwakilan/ Organisasi kemahasiswaan untuk mengurus dan mengatur kesejahteraan, minat, bakat, penalaran, dan tata kehidupan masyarakat;
i. Pindah ke Perguruan Tinggi lain dan program studi lain, di lingkungan universitas, bilamana memenuhi persyaratan penerimaan mahasiswa pada perguruan tinggi atau program studi yang diinginkan, dan bilamana daya tampung perguruan tinggi atau program studi yang bersangkutan memungkinkan;
j. Ikut serta dalam kegiatan organisasi mahasiswa universitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
k. Memperoleh pelayanan khusus bilamana menyandang cacat sesuai dengan kemampuan universitas;
(2) Setiap mahasiswa berkewajiban
a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan kecuali bagi mahasiswa yang dibebas tugaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku;
c. Menggunakan masa belajar di Universitas dengan sebaik-baiknya;
d. Berdisiplin, bersikap jujur, bersemangat dan menghindari perbuatan yang tercela;
e. Menjaga kewajiban dan nama baik universitas;
f. Menghormati dan menghargai semua pihak demi terbinanya suasana hidup kekeluargaan sebagai pengamalan pancasila dan UUD 1945;
g. Bertenggang rasa dan menghargai orang lain;
h. Bersikap dan bertingkah laku terhormat sesuai dengan martabatnya;
i. Menghormati dan menghargai kepada tenaga kependidikan;
j. Berusaha mengembangkan kemampuan yang dimiliki agar dapat bekerja dengan sebaik-baiknya;
k. Menjaga kesehatan dirinya dan keseimbangan lingkungan;
l. Mematuhi semua peraturan/ ketentuan yang berlaku di universitas;
m. Memelihara dan meningkatkan mutu lingkungan hidup di kampus;
n. Menghargai dan menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni;
o. Menghargai dan menjunjung tinggi kebudayaan nasional; dan
p. Berpakaian sopan dan tertib sesuai dengan ketentuan yang berlaku di universitas.
BAB III
LARANGAN
Pasal 3
Mahasiswa dilarang:
1. Melalaikan kewajibannya seperti tersebut pasal 2.
2. Mengganggu penyelengaraan pendidikan, penalaran, minat, bakat, karier dan kesejahteraan mahasiswa.
3. Melanggar etika akademik seperti plagiarisme, menyontek, memalsu nilai, memalsu tanda-tangan, memalsu cap, memalsu ijazah dan/atau perbuatan lain yang melanggar ketantuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. Melakukan tindakan tidak terpuji yang dapat merusak martabat dan wibawa universitas.
5. Mengatasnamakan universitas tanpa mandat atau izin dari Rektor dan atau pejabat yang berwenang.
6. Menjadikan kampus sebagai ajang pertarungan kelompok, kepentingan politik dan/ atau yaang berbau sara.
7. Menginap di lingkungan kampus, kecuali ada izin dari Universitas dan atau fakultas yang berkaitan dengan kegiatan proses belajar mengajar.
8. Merokok di ruang kuliah, perpustakaan, laboratorium, kantor dan tempat lain pada saat proses belajar mengajar berlangsung.
9. Memasuki, mencoba memasuki atau menggunkan dan memindah tangankan tanpa izin yang berwenang, ruangan, bangunan, dan sarana lain milik atau dibawah pengawasan universitas.
10. Menolak untuk meninggal atau menyerahkan kembali ruangan bangunan atau sarana lain milik atau di bawah pengawasan universitas yang digunakan secara tidak sah.
11. Mengotori atau merusak ruangan, bangunan dan sarana lain, milik atau di bawah pengawasan universitas.
12. Menggunakan saran dan dana yang dimiliki atau di bawah pengawasan universitas secara tidak bertanggung jawab.
13. Memiliki, membawa, menyimpan, memperdagangkan atau mengedarkan serta membuat maupun mengkonsumsi minuman keras, bila berada di dalam lingkungan kampus.
14. Memiliki, membawa, menyimpan, memperdagangkan atau mengedarkan serta membuat maupun mengkonsumsi narkotika atau psikotropika, bila berada di dalam lingkungan kampus.
15. Melakukan kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai perjudian, bila berada di dalam lingkukangan kampus.
16. Membawa, menyimpan, membuat, memperdagangkan serta menggunakan senjata, tanpa ijin yang berwenang, bila berada di dalam lingkungan kampus.
17. Membawa, menyimpan, membuat, memperdagangkan, atau mengedarkan serta menggunakan bahan peledak, tanpa izin yang berwenang, bila berada di dalam lingkungan kampus.
18. Melakukan perbuatan asusila, pelecehan dan atau tindak kejahatan seksual seperi:
a. Perzinaan;
b. Mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh;
c. Menyakiti seseorang secara seksual;
d. Memperkosa dan melakukan perbuatan asusila lainnya;
Tindakan sebagaimana tersebut diatas dilaporkan oleh: a. Pihak yang langsung terkena atau korban;
b. Pihak yang mempunyai hubungan langsung dengan korban;
c. Saksi yang melihat dan atau mendengar terjadinya perbuatan asusila, pelecehan dan pelanggaran seksual tersebut;
Korban ataupun saksi dapat melaporkan secara tertulis maupun lisan, kejadian yang dialaminya kepada pejabat di bidang kemahasiswaan dan atau kepada Komisi Disiplin Mahasiswa.
BAB IV
FASILITAS, SARANA DAN PRASARANA
Pasal 4
(1) Demi kelancaran dan kelangsungan kegiatan belajar mengajar, setiap mahasiswa wajib menjaga dan memelihara fasilitas, sarana dan prasarana universitas.
(2) Setiap perubahan, perpindahan, dan pengambilan fasilitas yang dimiliki universitas harus seizin pejabat yang berwenang.
BAB V
KEGIATAN DAN PERIZINAN
Pasal 5
(1) Kegiatan mahasiswa di universitas meliputi:
a. Kegiatan kurikuler
b. Kegiatan ekstra kurikuler
(2) Kegiatan lain di luar ayat (1) akan diatur dalam peraturan tersendiri.
Pasal 6
(1) Demi kelancaran kelangsungan kegiatan, setiap kegiatan harus mendapatkan izin:
a. Kegiatan kurikuler di kampus di luar waktu yang telah ditentukan, atau pada hari libur dan hari besar;
b. Kegiatan ekstra kurikuler
c. Kegiatan lain.
(2) Semua penggunaan fasilitas yang dimiliki oleh fakultas, jurusan, bagian, program studi, di universitas harus seizin Dekan atau Rektor.
(3) Dekan/ Rektor melimpahkan wewenang pemberian izin yang dimaksud pada ayat (2) kepada Pembantu Dekan/ Pembantu Rektor sesuai bidangnya masing-masing.
Kegiatan mahasiswa yang dilakukan di dalam lingkungan fakultas harus mendapat izin dari Dekan, sedangkan kegiatan di luar lingkungan fakultas harus mendapat izin dari Rektor.
BAB VI
POSTER, SPANDUK, UMBUL UMBUL DAN MEDIA PUBLIKASI LAIN
Pasal 7
(1) Pemasangan poster, spanduk, umbul umbul dan sejenisnya serta penyebaran selebaran, dan sejenisnya hanya dilakukan pada tempat tempat yang telah ditentukan.
(2) Pemasangan poster dan lain sebagainya sebagaimana tersebut diatas pada ayat (1) harus mendapat izin dari pihak berwenang.
(3) Gambar maupun tampilan pada poster, spanduk, umbul-umbul harus sesuai dengan norma dan etika yang berlaku.
BAB VII
BUSANA
Pasal 8
(1) Setiap mahasiswa harus berpakaian sopan dan rapi dengan norma-norma yang berlaku.
(2) Jenis dan macam pakaian disesuaikan dengan kegiatan yang sedang dilaksanakan.
(3) Mahasiswa dilarang mengenakan kaos oblong dan sandal pada saat kegiatan kurikuler di dalam ruang kuliah.
BAB VII
SANKSI
Pasal 9
(1) Setiap pelanggaran terhadap peraturan tata-tertib ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan berat ringannya pelanggaran, yang berupa:
a. Peringatan lisan;
b. Peringatan tertulis
c. Pencabutan sementara haknya menggunakan fasilitas universitas maupun fakultas;
d. Larangan melakukan kegiatan akademik dalam periode waktu tertentu (skorsing);
e. Pencabutan statusnya sebagai mahasiswa.
(2) Penetapan dan penjatuhan berat ringannya sanksi diatur dalam peraturan tersendiri.
BAB IX
PENGHARGAAN
Pasal 10
(1) Mahasiswa yang berprestasi dan atau berprestasi luar biasa baik dalam bidangnya atau di luar bidangnya, baik dalam lingkungan kampus maupun di luar lingkungan kampus dapat diberi penghargaan dari Universitas.
(2) Sebelum memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berprestasi luarbiasa, Rektor perlu mandapatkan pertimbangan Senat Universitas.
(3) Bentuk dan sifat penghargaan ini akan diatur dalam peraturan tersendiri.
BAB X
KOMISI DISIPLIN
Pasal 11
Untuk mengefektifkan pelaksanaan Tata Tertib Kehidupan Mahasiswa di Universitas Sebelas Maret dibentuk Komisi Disiplin Mahasiswa. Bentuk organisasi, susunan keanggotaan, tugas, kewenangan dan tanggung jawabnya diatur dalam peraturan tersendiri.
BAB XI
KOMISI ADVOKASI
Pasal 12
Untuk membantu mahasiswa yang bermasalah dibentuk Komisi Advokasi, yang akan memberi konsultasi, pembinaan dan atau bantuan hukum kepada mahasiswa. Bentuk organisasi, susunan keanggotaan, tugas, kewenangan dan tanggung jawabnya, diatur dalam peraturan tersendiri.
BAB XII
KETENTUAN LAIN
Pasal 13
Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan ini akan diatur kemudian.
BAB XIII
KETENTUAN UMUM
Pasal 14
(1) Tata Tertib Kehidupan Mahasiswa di Universitas Sebelas Maret ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
(2) Keputusan Rektor Universitas Sebelas Maret Nomor: 487A/J27/KM/2005 tentang Tata Tertib Kehidupan Mahasiswa di Universitas Sebelas Maret dinyatakan tidak berlaku lagi.
Liburan Kali Ini
Assalamualaikum!
Jumpa lagi dengan saya! hahaha...
*dilempar sandal*
Udah cukup. ekheem, satu... dua.... tiga...
Akhirnya, liburan yang gue nanti dateng juga.
Segenap planning yang udah gue susun secara matang
mulai terlaksana satu persatu.
Liburan kali ini gue enggak pulang ke rumah (baca: padang)
So, banyak planning yang "dadakan" gue susun bareng konco
buat ngisi liburan kali ini.
Senengnyaaah~
Wanna see my list? Here we go!
9-11 juni
Leyeh-leyeh bareng bokap nyokap. Secara kan mereka dah dateng jauh-jauh,
lumayan juga kan buat modusin "subsidi jajan" muehehe...
12-15 juni
Karena hobi gue menjelajah dan hunting foto, mendaki gunung juga
alternatif yang lumayan nyenengin juga loh.
Kali ini, gue akan menjajak Gunung Semeru. Doakan akan
keselamatan dan kesuksesan gue ya!
*amiiin *chorus
16-20 juni
Puas mendaki, gue pengen nyobain hal yang jauh beda. Menyelam!
Ya, me-nye-lam.
*norak lo jing!
*biarin!
Kali ini, sesuai rencana, gue singgah sebentar ke rumah temen
gue yang ada di Jepara. Selain itu, gue juga ditemenin
oleh lima temen gue dari kampus.
21-23 juni
Puaaas banget menyelam, mendaki lagi kayaknya seru juga!
Ditemenin oleh tiga temen gue, insyaallah gue bakal nyobain mendaki
Gunung Sumbing yang ada di Temanggung. Wish me luck ya!
24-27 juni
Sebagai anggota pala (baca: pecinta alam) di kampus, gue bakal ambil
andil dalam acara diklat yang diadakan organisasi pala di kampus gue
di kaki Gunung Lawu. Juga sebagai ajang muasin hobi "seneng nyiksa" ala
kakak kelas juga, huahahaha!
*rada psycho*
27 malam juni
It's live concert night!
JKT48 bakalan dateng sritex arena, solo buat menghibur para "jomblowan" indonesia!
*dasar dipo*
*biarin!*
Kali aja bisa dapet tanda tangan ama foto bareng ama kakak
gue, Ghaida Farisya, hehehe
*senyamsenyum dewe*
29 malam juni
Ini nih malem terakhir, ya tapi untungnya ada acara yang cukup bisa
ngehibur anak-anak kampus yang udah pada stand by di solo buat balik
lagi ke pondok, atau cuman sekedar mau ngedate bareng.
*gausah sirik lo po...*
*apaan sih nyet!*
Denger-denger juga si ex-mantan gue, bakalan jadi model juga yang
bakalan jalan keliling slamet riyadi bareng-bareng malem itu.
*berasa catwalk*
Nonton enggak ya?
30 juni
Back to reality,
Balik ke penjara lagi bukan berati kiamat dunia. Selain gue bisa fokus hafalan
sama belajar, temen-temen juga ngumpul bareng disini. Ngumpul bareng
kayak begitu ntu hal yang paling gue kangenin kalo lagi ngampus.
Tunggu ya Share and Pic liburan gue kali ini!
See yaaa!
Hal - Hal Kecil yang Membuat Gue Bahagia
Eh, ternyata gue punya blog ya?
*peluk si blog*
Oke po, basa - basinya cukup dulu,
list kecil gue yang TERNYATA bikin gue mendadak BAHAGIA
let we see:
Tidur tengah malem,
yap, ngobrol ngibril ampe puas tengah malem,
ngopi, ngukar, ketawa semaunya, hehehe
siapa emangnya yang enggak mau kaya begitu?
Sholat subuh enggak dibangunin.
Ya, walaupun masuk dalam kategori dosa, itung-itung
bonus dari tuhanlah *plak*
Apalagi kalo pak kos kelupaan ngebangunin.
Surga ada di tengah terbitnya surya.
Mandi yang lama, tanpa gangguan.
Ya, maksud gue gangguan adalah, dimana lo lagi mandi dan bernyanyi,
gaada satu pantat manusia pun yang protes,
gedar gedor pintu kamarmandi seenak udelnya,
dan yenggak kehabisan pond's white beauty.
Hehehe
Dikasih ukar.
Ya, temen yang baik adalah temen yang punya selingkuhan marlboro.
hehe, selain bisa dibagi-bagi, abisnya juga cepet.
Disekolah enggak ketiduran.
Udah niat dari awal pengin nuntut ilmu, eh malah ketiduran.
Bete tingkat dewa bisa terjadi kalo begini.
Alangkah baiknya kalo ada temen yang selingkuhannya kopi kapal api.
Bisa diseduh rame-rame tuh, hehehe!
Okeh,
Sebenernya masih banyak hal-hal kecil yang bisa bikin orang bahagia.
Kebahagian juga menurut gue awalnya jadi kesederhanaan.
Karena sederhana, makanya orang besar mengganggap itu cuman hal kecil.
Makanya, hal kecil itu, patutnya disyukuri bagi kita, karena masih punya
waktu yang ga bisa dibagi ama orang besar.
*mendadak bijak*
,
makasih ya blog, baaaay!!!
*peluk si blog*
Oke po, basa - basinya cukup dulu,
list kecil gue yang TERNYATA bikin gue mendadak BAHAGIA
let we see:
Tidur tengah malem,
yap, ngobrol ngibril ampe puas tengah malem,
ngopi, ngukar, ketawa semaunya, hehehe
siapa emangnya yang enggak mau kaya begitu?
Sholat subuh enggak dibangunin.
Ya, walaupun masuk dalam kategori dosa, itung-itung
bonus dari tuhanlah *plak*
Apalagi kalo pak kos kelupaan ngebangunin.
Surga ada di tengah terbitnya surya.
Mandi yang lama, tanpa gangguan.
Ya, maksud gue gangguan adalah, dimana lo lagi mandi dan bernyanyi,
gaada satu pantat manusia pun yang protes,
gedar gedor pintu kamarmandi seenak udelnya,
dan yenggak kehabisan pond's white beauty.
Hehehe
Dikasih ukar.
Ya, temen yang baik adalah temen yang punya selingkuhan marlboro.
hehe, selain bisa dibagi-bagi, abisnya juga cepet.
Disekolah enggak ketiduran.
Udah niat dari awal pengin nuntut ilmu, eh malah ketiduran.
Bete tingkat dewa bisa terjadi kalo begini.
Alangkah baiknya kalo ada temen yang selingkuhannya kopi kapal api.
Bisa diseduh rame-rame tuh, hehehe!
Okeh,
Sebenernya masih banyak hal-hal kecil yang bisa bikin orang bahagia.
Kebahagian juga menurut gue awalnya jadi kesederhanaan.
Karena sederhana, makanya orang besar mengganggap itu cuman hal kecil.
Makanya, hal kecil itu, patutnya disyukuri bagi kita, karena masih punya
waktu yang ga bisa dibagi ama orang besar.
*mendadak bijak*
,
makasih ya blog, baaaay!!!
www.babibercerita.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.
Dipo Alam Darmawan Creative Inc.



