![]() |
| Pandji: orasi salut komedi |
Pemuda
yang lahir pada 18 Juni 1979 ini, mengawali karirnya ketika menjadi penyiar
radio Hard Rock FM Bandung. Disana, dia tidak cuma menjadi penyiar,
tetapi juga menjadi Program Director untuk beberapa program dalam radio
tersebut. Kemudian ditahun 2004, dia melanjutkan karirnya menjadi penyiar
program Good Morning Hardrockers Show di radio Hard Rock FM Jakarta, dan
sekarang dia mempunyai acara sendiri di radio tersebut yaitu, Provocative
Proactive.
Dia juga pernah membawakan acara “Kena
Deh” yang sangat popular pada masanya, di stasiun televisi ANTV. Selain
bekerja, Pandji pun mendirikan clothing REF Basketball, yang berpusat di
Bandung, berdasar kesukaannya pada dunia basket. Dia juga telah merilis 3 album
musik rapnya, yaitu Provocative Proactive (2008), You'll Never Know When
Someone Comes in and Press Play on Your Paused Life (2009), 3. Merdesa (2010).
Pandji juga merupakan seorang penulis buku, Nasional.Is.Me dan salah satu
bukunya yang fenomenal adalah “How I Sold 1000 CD’s In 30 Days” yang
menceritakan bagaimana seorang pandji bisa menjual kayanya yang berupa cakram
padat dalam waktu sebulan melalui program “free lunch method”, yaitu metode
pemasaran berbasis digital dan media social secara gratis. Yang artinya
konsumen boleh mengunduh secara
Cuma-Cuma. Kunci dari penjualan dengan cara itu adalah, merek dan komunitas,
disitu dia membangun reputasi “personal brand” dengan baik lewat blognya di www.pandji.com
maupun lewat twitter.
Reputasi
yang baik membuat komunitas percaya dan loyal kepadanya. Lalu menjadikan
komunitas menjadi alat menuju konsumen. Pandji sukses mempraktekkan teori
segitiga pemasaran, corporate-community-consumer. Selain itu juga, Pandji
memiliki kelas presenting yang dia bentuk, yaitu airborne yang mencetak orang –
orang yang mampu menyampaikan gagasan secara well informed, dan dapat diterima
dengan baik sesuai dengan gaya pendengar audiences di Indonesia. Saat ini Pandji aktif menjadi seorang Stand Up
Komedian dan dia bersama Raditya Dika adalah pencetus Stand Up Comedy di
Indonesia.
Dalam
kiprahnya di dunia stand up comedy, Pandji sangat terlihat menggunakan talk
skillnya, untuk menyampaikan bit – bit jokesnya yang saya nilai cerdas.
Berdasar memang dari dunia presenting, talk skill yang dimiliki Pandi, memiliki
daya persuasi yang mampu menggerakan massa dan membuat audiences “mengangguk
– angguk” setuju, terhadap buah pemikiran yang dia sampaikan. Dalam
jokesnya pun dapat diketahui, sifat kritis pandji dalam memberikan sebuah “keresahan”
yang dia alami mengenai –kebanyakan tentang permasalahan di Indonesia, namun
dikemas dan diinformasikan, dengan gaya yang dapat mengundang gelak tawa,
tetapi miris “begini ya bangsa saya”. Tertawa sambil berpikir. Satir.
Buah
– buah pemikiran yang dia sampaikan melalui talk skill dan presenting skillnya,
beberapa dapat dinikmati dalam karya tunggal stand upnya seperti, bhineka
tunggal tawa, yang didalamnya membahas mengenai perbedaan yang ada di Indonesia,
dari segi SARA, yang terkadang dihindari demi kedamaian yang “semu”,
namun dengan berani Pandji sajikan, dengan mengundang gelak tawa yang kritis.
Dalam karya presenting tunggalnya, yang berjudul Mesakke Bangsaku, Pandji
mencoba menilik berbagai permasalah pelik yang sebenarnya lekat dengan
kehidupan kita sehari – hari, namun luput dari pandangan kita karena seringkali
kita senantiasa “membenarkan kebiasaan” bukannya “membiasakan kebenaran”. Tentunya
dikemas dengan gaya presenting yang ringan dan mengundang gelak tawa.
Dia
pun menjadi salah satu tokoh yang sukses, menurut saya, karena telah menjalani
stand up world tour di beberapa kota besar di dunia, seperti New York, Sydney,
Singapura, dan juga negara lainnya, berbekal dengan keresahan yang dia amati
dan kemas dengan bahasa, gimmick yang menarik. Pandji juga aktif mengikuti
undangan stand up –manggung berbicara dalam event – event tertentu, yang membahas
mengenai isu – isu yang ada di negara kita. Tragedi G30S PKI, kasus Munir,
serta isu – isu HAM lainnya seringkali diwarnai orasi bersalut komedi yang
cerdas, menggelitik namun membuat simpatik.
Dari semua hal yang saya paparkan, terlihat
Pandji memiliki prestasi –non akademik yang gemilang. Ini tercermin dari
berbagai buah pikirnya yang tajam, namun tidak melukai. Namun, tak ada gading
yang tak retak, dalam beberapa hal, Orator dan Presenter satu ini menurut saya
memiliki bebrapa titik kelemahan. Misalnya saja dalam masalah personal
branding. Banyak dari kalangan masyarakat muda Indonesia, terutama generasi Y,
yang kerap kali bingung melihat kiprah Pandji dalam berbagai kancah, berbagai
medium. Pandji pernah mencicipi dunia presenting televisi, dunia anouncing
radio, dunia kepenulisan buku, dunia musik dengan keahliannya sebagai rapper,
dan juga terakhir, yang masih hangat adalah dunia presenting stand up comedy.
Fokus.
Tuju fokus dan titik perhatian seorang Pandji Pragiwaksono seakan terbelah –
belah ke banyak hal, sehingga insan ini kerap kali dianggap “kutu
loncat” dalam dunia entertainment di Indonesia, banyak hal yang ia
geluti sekaligus, terlihat belum terlalu matang, namun sudah mau meloncat
mencoba hal yang baru lagi seperti kutu loncat, walaupun badannya tidak bisa
dibilang cukup “langsing” dan “kecil” untuk seeekor kutu loncat.
Dari semua hal yang saya kemukakan tadi,
menurut saya Pandji Pragiwaksono memiliki kharisma tersendiri dalam bidang
presenting. Bukan hanya dari pembawaannya saja yang saya maksud –kalo itu sudah
pasti baguslah- namun lebih menitik beratkan kepada pola pikir dan cara
mengemasnya, sehingga kebanyakan masyarakat mau menerima. Karena Teknik
Presentasi memang berkutat di ranah bagaimana audiences dapat menerima gagasan
dan pemikiran kita, saya merasa benar melihat Pandji Pragiwakono sebagai role
model saya.



